Kami Gubernur, Ketua DPRD Propinsi beserta Instansi terkait yang ada di Daerah
di seluruh Indonesia, menyadari bahwa berdasarkan Undang-Undang Otonomi Daerah,
masalah kesehatan sudah menjadi urusan wajib Daerah, maka pada hari ini, Selasa
tanggal dua puluh dua bulan Nopember tahun dua ribu lima menyatakan menyambut
baik dan mendukung sepenuhnya :
“SERUAN AKSI NASIONAL TINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT”
dan selanjutnya kami bersepakat untuk segera melaksanakan TRI AKSI sebagai
berikut : |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Pada hari Senin tanggal 8 Agustus 2005 bertempat di kantor Manko Kesra telah diadakan pertemuan koordinasi tentang evaluasi Pekan Kesehatan Nasional, dengan hasil sebagai berikut : |
|
Selengkapnya...
|
|
|
( Penyakit Kawasaki, Mucocutaneus lymphnode syndrome, acute febrile
Mucocutanoeus, lymphnode syndrome )
Oleh : DR. dr. Armyn Nurdin M.Sc. (Asisten Deputi urusan penyakit menular
& penyehatan lingkungan.)
- IDENTIFIKASI PENYAKIT.
Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi / spiking fever ( rata rata berlangsung
12 hari ), tidak memberikan respons terhadap pengobatan antibiotik, iritabilitas
tinggi dan terjadi perubahan mood, sering terjadi adenopati soliter unilateral
non supuratif pada leher, enanthem yang terdiri dari strawberry tongue,
infeksi orofaring, bibir pecah pecah, tungkai oedema, erythema atau terjadi
desquamasi umum dan desquamasi periungual dan timbul exanthem merah polimorfus
biasanya pada badan atau didaerah perineal dan dapat berbentuk mulai dari
rash muculopapuler sampai dengan urticarial rash vasculitic exanthem.
Biasanya terdiri dari 3 fase yaitu : |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Jumlah kasus flu burung di Dunia hingga saat ini berjumlah = 109 orang, 56
diantaranya meninggal dunia , ( 51,3 % ). Di Indonesia ditemukan 3 kasus flu
burung. Angka kematian (case fatality rate) flu burung pada manusia sekitar
30 % sampaai 60 %. Penyebab kematian umumnya disebabkan oleh radang paru berat
( severe pneumonia ). |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Hasil Rapat Koordinasi terbatas tingkat Menteri dipimpin oleh Menko
Kesra diikuti oleh Menteri Pertanian, Menteri Kesehatan, dan Menteri Perdagangan
Tanggal 20 Juli 2005
Dalam rangka penanganan flu burung dan antisipasi penyebarannya, Presiden telah
memberikan petunjuk untuk dilakukan penanganan secara cepat dan tepat agar tidak
terjadi kembali korban manusia terkena flu burung konvensional seperti yang
telah terjadi di Kabupaten Tangerang beberapa waktu yang lalu. Untuk itu telah
dilakukan Rapat Koordinasi terbatas Tingkat Menteri pada tanggal 20 Juli 2005
dengan pokok-pokok hasil pertemuan koordinasi sebagai berikut : |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|