Penyerahan bantuan beras bagi para nelayan di Indramayu
Cuaca ekstrim yang menyebabkan tingginya gelombang laut berdampak buruk bagi para nelayan karena tidak bisa melaut untuk menangkap ikan. Jumlah nelayan di Indonesia diperkirakan sekitar 2 juta atau sebanyak 10 juta jiwa yang menggantungkan hidupnya kepada kelimpahan ikan di perairan nusantara. Jumlah nelayan tradisional kurang lebih 90 % atau 9 juta jiwa yang sangat rentan bila kapal-kapal kecil mereka tidak mampu mengarungi ganasnya gelombang laut. Seperti banyak diberitakan di media bahwa sudah banyak dari para nelayan ini yang mengadaikan atau menjual hartanya karena tidak ada lagi yang bisa mereka makan. Harga beras yang naik 30 % pada akhir tahun sungguh sangat mempengaruhi kehidupan para nelayan, apalagi konsumsi untuk kebutuhan pangan masyarakat miskin mencapai 63 % pengeluaran mereka.
Seperti dilaporkan Menteri Kelautan dan Perikanan pada tanggal 19 Januari 2011 bahwa sebanyak 473.983 nelayan di seluruh Indonesia tidak bisa melaut dan perlu mendapat bantuan dari pemerintah. Pada tanggal 21 Januari 2011 Bapak Menko Kesra menganggap bahwa yang dialami para nelayan ini sudah perlu mendapat bantuan darurat dari pemerintah, dan meminta Menteri Kelautan dan Perikanan untuk segera berkoordinasi dengan para bupati menggunakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) guna membantu para nelayan yang tidak bisa mencari nafkah. CBP adalah beras pemerintah yang digunakan untuk operasi pasar pabila terjadi gejolak harga beras di pasaran. Selain itu CBP juga digunakan untuk membantu korban bencana atau pasca bencana.
Sebagai tindaklanjut dari perintah Bapak Menko, Deputi II Menko Kesra telah melakukan kunjungan lapangan ke Indramayu yang jumlah nelayan terkena dampak cuaca ekstrim paling banyak (61.689 nelayan). Melalui rapat koordinasi yang dialaksanakan di kantor pemda telah ditetapkan sebanyak 21.128 KK nelayan mendapat prioritas untuk diberikan beras CBP secara gratis. Penyerahan beras kepada nelayan telah dilaksanakan di Desa Limbangan Kecamatan Junti Nyuat yang disaksiakan oleh Sekda Kabupaten Indramayu, wakil dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta wakil dari Bulog pusat dan Jawa Barat.