Rakor Penataan Permukiman Kumuh Bantaran Sungai Ciliwung
Jakarta, 26 Januari. Menko Kesra, HR. Agung Laksono memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri tentang penataan permukiman kumuh di Bantaran Sungai Ciliwung berlangsung Kamis (26/1) pagi di Jakarta. Pelaksanaan Rakor ini dilatarbelakangi antara lain Gerakan Indonesia Bersih yang bersifat sangat strategis dan harus dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, dengan melibatkan seluruh masyarakat dan didukung oleh lintas Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Provinsi serta Kabupaten/kota.
Rakor ini bertujuan untuk mencapai konsensus implementasi program Penataan Permukiman Kumuh di Bantaran Sungai Ciliwung, antara lain memperbaiki kualitas lingkungan melalui konsep "Membangun tanpa Menggusur". Mengamanakan daerah bantaran sungai dalam rangka menjaga kesinambungan DAS Ciliwung. Membangun rumah susun umum sewa (vertical housing) di bantaran sungai untuk menggantikan perumahan yang tidak layak.
Juga melakukan relokasi penduduk sebanyak 34.051 KK dan membangun rusun umum sewa sebanyak 22.806 unit di 7 lokasi yang direncanakan. Melakukan pembangunan 2 sudetan di lokasi Kebon Baru dan Kalibata dengan total perolehan 2.93 ha.
Hadir dalam Rakor tersebut, antara lain Mensos, Salim Segaf Al- Jufrie, Menpera Djan Faridz, Menkes Endang rahayu Sedyaningsih, Menag Surya Dharma Ali, MenPPN/Kepala Bappenas, Armida S. Alisjahbana, Kepala BPKP, para pejabat Kementerian/lembaga terkait. Tampak hadir pula Sesmenko Kesra, Indroyono Soesilo, Deputi Menko Kesra Willem Rampangleai, Adang Setiana, Emil Agustiono,Ina Herwati, Staf Ahli Menko Kesra Dodi Budiatman, Wahnarno, Hartoyo Soehari, Asep Jembar, Rachmat Santika dan jajaran asdep di lingkungan Kemenko Kesra. (Foto/teks: G.Sunaryo/Humas).