Sambutan dan Arahan Menko Kesra pada Rakernas Pembangunan Kependudukan dan KB 2012
Sambutan dan Arahan Menko Kesra pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional(Rakernas) Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana Tahun 2012 yang berlangsung pada Kamis (8/2) pagi di Aula BKKBN Pusat, Jakarta.
Sambutan dan Arahan
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana Tahun 2012
Jakarta, 8 Februari 2012
Yth. Kepala BKKBN dan Jajarannya,
Yth. Para Pejabat Eselon I dari Kementerian dan Lembaga,
Yth. Para Sesepuh BKKBN
Yth. Perwakilan Negara Donor
Yth. Para Kepala SKPD – KB Kabupaten / Kota
Hadirin dan Saudara sekalian yang saya muliakan;
Assalamu’aikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Terlebih dahulu marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya atas karuniaNya pada hari ini, kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk menghadiri acara Pembukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana ( KKB ) tahun 2012.
Saya senang dapat ikut hadir pada pembukaan kegiatan Rakernas KKB ini dan dapat bertatap muka dengan hadirin sekalian utamanya para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah Keluarga Berencana (SKPD – KB) yang berasal dari Kabupaten dan Kota yang menjadi garda terdepan bagi keberhasilan program Keluarga Berencana di seluruh wilayah tanah air.
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Kita sadari bahwa dalam kurun waktu 10 ( sepuluh ) tahun terakhir pelaksanaannya, program KB kurang memberikan hasil seperti yang kita harapkan. Ini tercermin dengan adanya pertumbuhan penduduk yang kita harapkan menurun, justru malah mengalami peningkatan, sehingga terjadi pertambahan penduduk sekitar 30 - 35 juta jiwa dalam sepuluh tahun terakhir.
Jumlah penduduk Indonesia yang telah diumumkan oleh BPS beberapa waktu yang lalu, merupakan prediksi jumlah penduduk Indonesia pada masa satu atau dua tahun ke depan. Selain itu harus kita akui bersama bahwa dalam beberapa tahun terakhir atau tepatnya setelah diberlakukannya era desentralisasi dengan kewenangan otonomi daerah.
Program KB dianggap kurang populer pada saat ini dan kurang memperoleh dukungan sumber daya yang memadai oleh pemerintah daerah. Program-program pembangunan infrastruktur dan pengadaan proyek fisik menjadi lebih dominan dibandingkan dengan program pendidikan dan kesehatan sebagai investasi pembangunan manusia Indonesia yang akan, memberikan hasil bagi kepentingan masyarakat namun dalam jangka waktu lama.
Kondisi ini merupakan tantangan bagi jajaran BKKBN di pusat dan di daerah di Kabupaten dan Kota, agar mampu meyakinkan para Bupati dan Walikota, tentang betapa penting dan strategisnya program KB bagi investasi pembangunan manusia Indonesia dan kesejahteraan rakyat di masa depan.
Program-program keluarga berencana yang sangat baik di masa lalu, di masa kini kurang gencar disosialisasikan secara signifikan kepada masyarakat terutama tokoh masyarakat, tokoh agama, generasi muda, dan lingkungan pekerja terutama di daerah padat penduduk, sehingga sebagian masyarakat masih belum memahami tujuan program pembangunan manusia Indonesia sebagai bagian dari pembangunan kesejahteraan rakyat dan merupakan investasi yang akan berdampak pada perbaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Sampai saat ini masih terdapat kalangan tertentu yang masih mengartikan bahwa program KB adalah kegiatan untuk “membatasi “ kelahiran, sehingga terjadi kekurangpahaman masyarakat tentang tujuan keluarga berencana. Untuk itu pemberdayaan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program nasional Keluarga Berencana melalui gerakan kemandirian.
Hadirin sekalian,
Pesan yang harus disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat adalah menegaskan bahwa tujuan utama program KB, bukanlah untuk membatasi kelahiran, namun mengatur dan merencanakan kelahiran dengan baik.
Dengan mengatur dan merencanakan kelahiran, akan diperoleh anak-anak sehat dan cerdas dan selain Ibu yang tetap sehat, yang pada gilirannya nanti akan berujung pada peningkatan kesejahteraan rakyat dan kebahagian keluarga.
Program generasi berencana ( GENRE ) yang telah digulirkan oleh BKKBN sangat bermanfaat bagi pembangunan kesejahteraan rakyat dan perlu disosialisasikan secara terus menerus, utamanya kepada generasi muda kita, agar mereka dapat menyiapkan masa depan keluarganya dengan lebih baik.
Saya menyambut baik usulan untuk memasukkan kurikulum tentang gerakan Keluarga Berencana Nasional sebagai salah satu mata ajaran pendidikan sejak di Sekolah Dasar hingga sekolah lanjutan, sehingga anak dan remaja kita dari awal telah mengetahui arti penting program kesehatan reproduksi yang akan mempercepat pencapaian target Tujuan Pembangunan Millenium (MDG’S) tahun 2015.
Saat ini kita sadari masih terdapat 3 (tiga) isu strategis MDG’S yang perlu kita percepat pencapaiannya yaitu penurunan angka kematian ibu melahirkan, masih tingginya prevalensi HIV dan AIDS dan perluasan akses penyediaan air minum dan air bersih di kota dan di desa.
Apabila pada era tahun 70 – 80 an dengan segala keterbatasan dana dan teknologi informasi, Indonesia mampu melaksanakan program KB dengan sukses bahkan diakui oleh dunia internasional, bahkan banyak negara sedang berkembang lainnya yang belajar tentang keberhasilan program KB di Indonesia, namun di masa kini kita justru menghadapi berbagai tantangan di era kemajuan teknologi informasi walaupun dengan dukungan anggaran yang relatif lebih besar dibanding tahun-tahun yang lalu.
Kondisi ini agar segera dikaji dan dievaluasi oleh para ahli dan lembaga demografi, apabila kita ingin mengembalikan kejayaan program KB seperti masa-masa yang lalu. Dukungan anggaran yang terus meningkat dan kemajuan teknologi informasi serta perluasan akses pelayanan kesehatan, harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi kesuksesan program keluarga berencana. Selanjutnya hasil Rakernas ini, saya mewakili pemerintah berharap memperoleh masukan tentang hasil evaluasi program KB di masa yang lalu dan tindak lanjut ke depan sebagai bahan kajian untuk menentukan keberhasilan program KB pada tahun-tahun mendatang.
Hadirin sekalian yang berbahagia,
Berbagai tantangan pembangunan kependudukan di Indonesia tidak terlepas dari masalah kemiskinan yang sampai saat ini terus kita tanggulangi dengan berbagai program pro rakyat, pro job, pro pertumbuhan ekonomi dan pro pelestarian lingkungan. Walaupun setiap tahun kita telah berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin secara bertahap, namun penurunan ini harus dipercepat, mengingat jumlah penduduk kita sangat banyak (242 juta), prosentase penurunan jumlah penduduk miskin yang kecil yaitu rata-rata 0,8% per tahun harus kita tingkatkan pula.
Upaya penurunan jumlah penduduk miskin akan terus menerus dilaksanakan oleh Pemerintah dan mengintegrasikan program pembangunan kependudukan dan pengendalian laju pertumbuhan penduduk ke dalam pembangunan nasional.
Guna mempercepat penanggulangan kemiskinan, melalui 4 (empat) kluster yaitu Bantuan Sosial langsung ke masyarakat, Pemberdayaan Masyarakat melalui PNPM, Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kluster ke-4 (empat) yaitu program mirah (air bersih, perumahan rakyat, listrik dan lain-lain). Saya otpimis target percepatan penanggulangan kemiskinan ini adalah untuk mencapai angka 8-10% penduduk miskin pada tahun 2014.
Saya harapkan kita semua dapat segera mensinkronkan kebijakan dan strategi pembangunan Kependudukan dan KB dengan program penanggulangan kemiskinan, mengingat fokus dari pembangunan KKB adalah bagaimana menyerasikan kebijakan pengaturan dan pengendalian penduduk dengan program pembangunan lainnya melalui pemberdayaan keluarga miskin agar memperoleh prioritas untuk mengakses pelayanan kontrasepsi nasional dan membangun kapasitas penguatan pelayanan KB melalui pemberdayaan para bidan, dokter umum dan kader KB di daerah terpencil, wilayah perbatasan dan pulau terluar serta peningkatan pendapatan keluarga.
Pada kesempatan yang baik ini, kepada jajaran BKKBN saya pesankan beberapa hal sebagai berikut :
- Untuk mensukseskan program Kependudukan dan Keluarga Berencana, agar jajaran BKKBN baik di tingkat Pusat dan Daerah, selalu membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak dan memperkuat gerakan pemberdayaan masyarakat seperti Poyandu, Dasa Wisma, Bina Keluarga Balita dan KB di kabupaten dan kota, melalui berbagai kegiatan pendampingan.
- Melaksanakan evaluasi pelaksanaan program KB dan mencari masukan agar dijadikan pedoman guna lebih mensukseskan program kependudukan dan keluarga berencana di masa mendatang.
- Agar jajaran BKKBN tetap bersemangat tinggi untuk terus-menerus melakukan advokasi dan sosialisasi kebijakan pemerintah daerah dan memberikan pelayanan yang terbaik melalui penguatan kelembagaan KB, dengan memberdayakan masyarakat ikut serta secara aktif dalam sosialisasi program KB untuk mempercepat penguatan kesehatan reproduksi dalam rangka mencapai Tujuan Pembangunan Millenium 2015.
- Agar jajaran BKKBN selalu melaksanakan “Good Governance” dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas program dan administrasi keuangan untuk mencapai kinerja Wajar Tanpa Pengecualian antara lain dengan menghilangkan berbagai penyimpangan anggaran, kebijakan dan peningkatan etos kerja. Semoga ide ini dapat diikuti oleh Kementerian / Lembaga yang lain.
Kepada mitra internasional dan berbagai pihak yang selama ini telah mendukung bagi kesuksesan pelaksanaan program Kependudukan dan Keluarga Berencana, pada kesempatan ini saya atas nama Pemerintah mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi serta selalu berharap agar kemitraan dan berbagai sinergi koordinasi lintas sektor yang telah dibina selama ini dapat diteruskan dan ditingkatkan.
Akhirnya dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim saya nyatakan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana tahun 2012 ini secara resmi dibuka.
Sekian dan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Menteri Koordinator Bidang
Kesejahteraan Rakyat
H.R. Agung Laksono