Sinar Mas Salurkan 27,1 Juta Liter Minyak Goreng untuk Warga Miskin
KESRANEWS -- 3/9: Selama empat tahun terakhir ini Sinar Mas telah menyalurkan sekitar 27,1 juta liter minyak goreng untuk membantu masyarakat kurang mampu di berbagai kota di Indonesia. Ini merupakan bagian dari kegiatan CSR bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat, TNI/Polri, pemerintah, serta tokoh masyarakat, sekaligus dukungan atas program stabilitas harga.
“Dalam acara bazar minyak goreng murah kali ini Sinar Mas bermitra dengan Walikota Jakarta Utara menyediakan 5.000 liter minyak goreng kemasan seharga Rp 7.500 per liter,” kata Managing Direcktur Sinar Mas G Sulistiyanto, di Jakarta, Jumat.
Acara bazar minyak goreng murah ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, HR Agung Laksono dan Walikota Jakarta Utara Bambang Soegiono.
Menurut Sulistiyanto, menjelang Lebaran, harga minyak goreng di pasarran bisa mencapai Rp 10.000 per liter. Melalui acara bazar minyak goreng murah, Sinar Mas menjual kepada masyarakat seharga Rp 7.500 per liter. “Dengan demikian, masyarakat kecil bisa menikmati Lebaran,” katanya, seraya mengemukakan, dalam waktu dekat ini Sinar Mas juga akan menggelar bazar minyak goreng murah di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Sinar Mas selalu meyakini bahwa kemitraan denga berbagai instansi dan lembaga adalah kunci keberhasilan dalam mengatasi tantangan yang beragam. “Dengan komitmen untuk selalu peduli terhadap sesama serta kelestarian lingkungan yang terjaga dan berkelanjutan, Sinar Mas berharap semakin banyak lagi masyarakat Indonesia yang sejahtera,” katanya,
Menko Kesra HR Agung Laksono dalam sambutannya mengemukakan, acara bazar minyak goreng murah bagi masyarakat kecil ini sangat membantu masyarakat dalam merayakan Lebaran. Agung Laksono sangat berterima kasih kepada Sinar Mas yang telah memberikan produk terbaiknya berupa minyak goreng yang ramah lingkungan dengan harga yang sangat murah.
“Saat ini jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 13,3 persen dari jumlah penduduk,” kata Agung Laksono.
Kepedulian Sinar Mas terhadap masyarakat kecil ini, melalui program CSR ini, menurut Agung Laksono diharapkan juga bisa diikuti oleh perusahaan-perusahaan besar lainnya sehingga banyak lagi masyarakat kecil yang bisa menikmati apa yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan besar itu.
Menurut Agung, menjelang Lebaran secara nasional telah terjadi stabilisasi harga yang cukup siginifikan. Memang ada satu dua komonditi seperti beras yang masih tinggi, tetapi yang lainnya umumnya menurun. “Stok pangan kita cukup sampai akhir tahun ini,” katanya,
Menghadapi kritikan dan tudingan-tudingan secara sistematis untuk melemahkan keunggulan dan daya saingnya antara lain melalui isu deforestasi dan pemanasan global yang gencar ditudingkan beberapa LSM asing kepada Sinar Mas, Agung mengemukakan, Indonesia jangan menyerah menghadapi tudingan itu.
“Sudah terbukti bahwa minyak sawit itu ramah lingkungan dan tidak terbukti mengandung kolesterol. Bahkan menurut penelitian, bila kita menggunakan minyak goreng produk Indonesia maka badan akan lebih kuat,” kata Agung Laksono.
Kelapa sawit sebagai bahan baku minyak goreng, dibanding produk minyak nabati dunia lainnya sepertii minyak rafa (rapeseed oil), minyak kedelai serta minyak bunga matahari terlihat sangat menonjol dan kompetitif, dan telah membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Selain memenuhi kebutuhan pangan, industri ini menyediakan lapangan pekerjaan bagi lebih kurang 4.5 juta jiwa (hampir 2 kali penduduk Singapura),Pada tahun 2009, minyak kelapa sawit memberikan kontribusi ekspor sebesar 10,4 miliar dolar AS atau 11% dari total ekspor nonmigas nasional.
Komoditas ini juga menjadi komponen penting dalam produk turunan yang luas, mulai dari bahan pangan, industri eleokimia, kosmetik hingga sumber energi terbarukan (biofuel).
Bahkan USDA - Departemen Pertanian Amerika Serikat telah mengakui secara resmi bahwa minyak sawit sebagai minyak makan yang sehat dan bebas trans fat. Dari sisi lingkungan, hamparan kebun sawit yang terbentang luas ditanam di lahan yg sudah rusak (lahan terdegradasi) merupakan cara efektif melawan pemanasan global. (H)