|
KESRA-- 3 SEPTEMBER: Mensos Bachtiar Chamsyah menyatakan bantuan logistik untuk korban gempa bumi sudah disiapkan. PMI juga telah menyaipkan bantuan, sementara itu puluhan ribu rumah hancur.
Seorang anak tewas akibat gempa di Cikangkareng, Cianjur. Korban tewas rata-rata akibat tertimpa bangunan dan tanah longsor. Reuters/Dadang Tri--detik.com. "Bantuan logistik sudah disiapkan dan tinggal menunggu hasil pendataan dan koordinasi lapangan langsung bisa disalurkan," katanya kepada wartawan sesaat mendarat di Kabupaten Tasikmalaya dengan penerbangan pesawat khusus dari Jakarta. Mensos bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafi'i Djamal, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Bupati Tasikmalaya Tatang Farhanul Hakim dan Wabup Tasikmlaya E Hidayat langsung meninjau lokasi yang tergena gempa serta kondisi korban. Kedatangan Mensos dan rombongan untuk melakukan koordinasi lapangan dan memastikan kebutuhan logistik bagi para korban dan bentuk bantuan lain. Peninjauan para pejabat pusat itu juga didampingi Tim Satkorlak PBA Jawa Barat menuju lokasi daerah Cisayong dan Cigalontang yang mengalami kerusakan cukup parah. Sebelumnya Pemkab Tasikmalaya sudah membagikan sedikitnya lima ton beras ke beberapa kecamatan yang mengalami musibah akibat gempa bumi. Selain itu bantuan sembako sudah dikirimkan menggunakan truk Kamis dini hari keseluruh korban gempa dan rumah warga yang rusak di 39 Kecamatan. Sementara itu warga Kecamatan Cigalontang, Mamay (55) yang mengalami kerusakan parah pada rumahnya berharap pemerintah membantu pembangunan rumah warga. "Kami berharap pemerintah dapat membantu, agar rumah saya dan warga lainnya bisa ditempati lagi segera," katanya. PMI kirim bantuan Palang Merah Indonesia (PMI) akan mengirim bantuan berupa barang untuk para korban bencana gempa bumi Tasikmalaya, Kamis (3/9) siang ini. Barang-barang bantuan ini diberangkatkan dari Jakarta bagi korban bencana di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Barang bantuan yang diberangkatkan adalah 1.000 paket tenda keluarga (family tent), 2.000 terpal, 4.000 selimut, dan 4.000 tikar untuk wilayah Jawa Barat (Ciamis, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Bogor, Sukabumi, dan Purwakarta). Sementara untuk wilayah Jawa Tengah, PMI memberangkatkan barang bantuan berupa 500 family tent, 1.000 terpal, 1.000 selimut, 1.000 tikar, dan 1.000 hygiene kit ke Cilacap.
Berbagai barang bantuan tersebut diambil dari gudang regional PMI di kota Medan, kawasan Sentul Jawa Barat, dan DI Yogyakarta. “Barang-barang bantuan ini akan kita berangkatkan siang hari ini dari berbagai gudang regional kita di Indonesia. Rencananya pemberangkatan akan menggunakan transportasi udara dan darat,” kata staf Divisi Penanganan Bencana Markas Pusat PMI, Tia Kurniawan.
Setibanya di lokasi, barang-barang bantuan tersebut akan dikumpulkan di PMI Daerah Jawa Barat dan PMI Daerah Jawa Tengah untuk segera didistribusikan sesuai data asesmen kebutuhan korban di lokasi bencana gempa.
“Barang-barang akan kami kumpulkan terlebih dahulu di PMI daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kami akan secepatnya mendistribusikan bantuan-bantuan tersebut kepada para korban setelah kami mendapatkan hasil data asesmen kebutuhan di lapangan,” jelas Tia Kurniawan.
Dalam menyediakan barang-barang bantuan tersebut PMI bekerjasama dengan Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) dan sejumlah Perhimpunan Nasional yaitu Palang Merah Hong Kong, Palang Merah Amerika, Palang Merah Perancis, Palang Merah Jerman, dan Palang Merah Denmark.
PMI membuka rekening bantuan bagi masyarakat yang ingin membantu korban gempa Tasikmalaya di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pancoran, no rekening 0390 0100 0030 303, atas nama Palang Merah Indonesia. Puluhan ribu rumah hancur Gempa 7,3 skala richter (SR) yang berpusat di 142 kilometer barat daya Tasikmalaya menghancurkan 83 ribu rumah di Jawa Barat daerah selatan. Tak hanya itu ratusan rumah ibadah, pesantren, serta perkantoran pun rusak. Beberapa warga membersihkan puing-puing bangunan-- detik.com Data sementara yang dikumpulkan Polwil Priangan yang meliputi Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Bandung, dan Sumedang sebanyak 83.382 rumah warga rusak. Dari jumlah itu, 8.055 rumah rusak berat, dan 75.327 rusak ringan atau hanya sebagian rumah yang ambruk atau retak-retak saja. Selain itu, kerusakan juga menimpa 24 pondok pesantren. "Ada 2 pesantren yang rusak berat dan 22 lainnya rusak ringan," ujar Kapolwil Priangan Kombes Pol Anton Charlian melalui pesan singkatnya kepada detikcom, Kamis (3/9/2009). Selain itu, terdapat 128 masjid rusak, sebanyak 44 rusak berat dan 84 rusak ringan. "Kalau perkantoran ada 17 yang kena. Rusak berat 3 dan 14 rusak ringan," ungkap Anton. (rodch) |