|
KESRA—16 NOVEMBER: Perubahan iklim yang terjadi di seluruh dunia, tentu juga berdampak terhadap lingkungan di Indonesia. Salah satunya adalah terhadap kondisi laut di Indonesia.
Oleh karena itu, para peneliti bidang kelautan di Indonesia harus menemukan teknologi untuk menanggulangi akibat adanya perubahan iklim tersebut. Dengan luas laut yang jauh melebihi daratan, Indonesia terkena dampak yang sangat besar dari perubahan iklim tersebut. "Ditambah lagi dengan posisi Indonesia yang berada di iklim tropis," ujar Prof. Dr. Umar Anggara Jenie, Kepala LIPI di acara pembukaan pertemuan ilmiah tahunan VI tahun 2009 Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) di Intenational IPB Convention Centre (IICC), Senin (16/11). Dengan terletak di daerah tropis, ujar Umar, biota laut yang ada di Indonesia mempunyai ketahanan pada rentang suhu tertentu. "Dengan adanya perubahan iklim, akan terjadi kenaikan suhu yang cukup tinggi di lautan. Dan selanjutnya akan mengancam kehidupan biota laut yang ada di sana," jelasnya. Menurut data yang dihimpunnya, jika perubahan iklim ini terus berlanjut, dirinya mengatakan akan terjadi kenaikan sebesar 2-10 derajat celcius pada tahun 2100. Selain terancam akan kenaikan suhu tersebut, meningkatnya keasaman laut juga menjadi penyebab terancamnya biota laut tersebut. "Selain meningkatnya suhu, tingkat keasaman laut juga meningkat," tambahnya. Oleh karena itu, dirinya mengusulkan beberapa langkah untuk beradaptasi akibat perubahan iklim tersebut. "Kita harus mengembangkan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim tersebut," katanya. Senada dengan Umar, Ketua Pelaksana Pusat ISOI, Ahmad Najid, M.Si, mengatakan tujuan pertemuan ISOI ini dilakukan untuk menelaah peran kelautan dalam pembangunan dunia. Tak lupa, dia juga menambahkan pentingnya penggalian lebih dalam untuk menghasilkan konsep-konsep kelautan nasional. Sehingga laut sebagai sumberdaya alam (hayati dan non hayati). Dalam pertemuan ini, total 180 makalah akan dipresentasikan oleh para peneliti dari seluruh Indonesia. Tak hanya itu, terdapat beberapa peneliti dari Jepang yang juga akan mempresentasikan hasil penelitiannya. (roh) |