|
KESRA-- 9 FEBRUARI: Harga Beras yang semakin melambung tinggi, dikeluhkan oleh para pembeli. Seperti yang terlihat di Pasar Rawa Badak, Jakarta Utara, Selasa (9/2)
“Sekarang beras makin mahal. Jenis beras yang sebelumnya Rp 5 ribu per liter menjadi Rp 6 ribu. Bahkan Bahkan beras Pandan Wangi kini harganya Rp 7500 per liter,” ucap Tukiyem, salah satu pembeli yang memiliki warung makan di belakang Polres Jakarta Utara itu. Menurut Husein, pemilik toko beras di Pasar Rawa Badak, kenaikan beras tersebut terjadi sejak bulan November 2009. “Pasokan beras mulai berkurang, mungkin itu yang menyebabkan harga beras semakin naik,”kata Husein yang ditemui Republika di toko berasnya. Kepala PD Pasar Jaya Rawa Badak, Matdoan Syamsudin membenarkan hal tersebut. “Harga beras memang semakin mahal. Menurut data yang kami punya, harga beras mulai naik sejak Desember 2009. Banyak faktor yang mempengaruhi nilai jual harga beras, salah satunya musim hujan,” ujar Matdoan di kantornya yang terletak di lantai 3 Pasar Rawa Badak. Hal yang sama juga terjadi di Pasar Blok A, Kebayoran Baru, Jaksel. Harga beras di pasar itu terus merangkak naik. Menurut para pedagang kini beras dengan kualitas rendah yakni IR64 bahkan harganya telah mencapai Rp 5500 hingga Rp 6000. "Harganya naik terus. Terakhir dari harga Rp 4500 sekarang jadi Rp 5500 hingaa Rp 6000. Pokonya naik seribu lah," ujar Haji Munakim, salah satu pedagang sembako. Ia mengatakan kenaikan terjadi beberapa bulan ini. " Sudah lama," kata pedagang di los f ini. Menurut Munakin, akibat kenaikan ini, beberapa pelanggannya yang kurang mampu bahkan membeli beras sampai setengah liter. Ia berharap pemerintah segera turun ke pasar agar harga bisa kembali normal. Munakin tak tahu mengapa harga beras terus menerus naik. " Mungkin karena nggak ada berasnya kali," katanya mengira-ngira. Selain beras, kenaikan juga terjadi pada harga gula dan ketan. Gula kini per kilonya telah menyentuh harga Rp 11500 dari harga terakhir Rp 10 ribu. Sedangkan ketan, mengalami peningkatan cukup tajam yakni Rp 3 ribu, dari harga awal Rp 8 ribu menjadi Rp 11 ribu. (orh) |