Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kesra
 
Headline News

Depag Tetapkan Idul Adha Jumat 27 November 2009
KESRA-- 18 NOVEMBER: Pemerintah Indonesia menetapkan 1 Dzulhijjah 1430 Hijriyah jatuh pada hari Rabu 18 November 2009. Dengan demikian umat Islam di tanah air akan merayakan hari raya Idul Adha 1430 Hijriyah pada hari Jumat 27 November 2009.

Berantas Terorisme, Pemerintah Harus Benahi Pendidikan
KESRA-- 18 NOVEMBER: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menilai pemerintah belum menerapkan kebijakan dan tindakan efektif dalam pemberantasan terorisme.

Presiden Jelaskan Rekomendasi Tim 8 pada 23 November
KESRA-- 17 NOVEMBER: Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas kasus Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto telah menyelesaikan tugasnya.

Menko Kesra: Obat Penyakit Filariasis Mutu Standar, tak Kedaluwarsa
KESRA—17 NOVEMBER: Pemerintah telah mengirimkan tim ahli ke Kabupaten Bandung, Jawa Barat untuk menyelidiki kematian warga yang diduga mengonsumsi obat penyakit kaki gajah (filariasis).

Perubahan Iklim Pengaruhi Laut di Indonesia
KESRA—16 NOVEMBER: Perubahan iklim yang terjadi di seluruh dunia, tentu juga berdampak terhadap lingkungan di Indonesia. Salah satunya adalah terhadap kondisi laut di Indonesia.

Mantan Dirdik KPK Utik-utik Nama MS Kaban
KESRA-- 12 NOVEMBER: Mantan Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen Pol Bambang Widaryatmo buka suara atas keterlibatan mantan Menteri Kehutanan Kabinet Indonesia Bersatu I MS Kaban.
Wapres: Pemerintah Berjanji tidak Naikkan BBM Sampai 2009 Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini
KESRA--8 MEI:  Pemerintah menjanjikan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga 2009 seiring pengurangan penggunaan BBM karena program konversi minyak tanah ke elpiji dan program pembangkit listrik non BBM 10 ribu MW.

 "Pokoknya sampai akhir masa tugas kita (2009) tidak ada kenaikan harga BBM lagi," tegas Wapres Jusuf Kalla saat Peluncuram Pelaksanaan Konversi Penggunaan Minyak Tanah ke Elpiji 3 Kg di Kecamatan Kampung Makassar, Jakarta Timur, Selasa (8/5).

Pernyataan Kalla tersebut langsung disambut tepuk tangan masyarakat Kampung Makassar dalam acara yang juga dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Menteri Pemberdayaan Perananan Wanita Meutia Hatta dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

Wapres mengatakan beberapa waktu lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat berdiskusi dengannya. Presiden menanyakan apakah harga BBM bisa tidak dinaikkan karena subsidi sudah tinggi. "Sudah tidak mungkin lagi," jawab Wapres menceritakan mengenang saat diskusi dengan Presiden.

Wapres mengaku mencari solusi harga BBM tidak dinaikkan lagi menjadi tantangan tersendiri. "Ini menantang, bagaimana tidak menaikkan harga BBM, sekaligus menurunkan subsidi dan memperbaiki keadaan," cetusnya.

Menurut Wapres, satu-satunya solusi adalah mengurangi penggunaan BBM termasuk minyak tanah untuk keperluan rumah tangga dan solar untuk pembangkit listrik.

Guna pengurangan pemakaian minyak tanah, tutur Kalla, ide pertama yang muncul adalah konversi ke briket batu bara. Pemanfaatan briket batu bara mampu menjawab tantangan bagi penurunan subsidi BBM. Selain itu harga yang harus dikeluarkan rumah tangga untuk membeli briket batu bara sebagai pengganti minyak tanah juga lebih murah.

Namun briket batu bara menyisakan sejumlah kelemahan. Briket batu bara tidak praktis dalam penggunaan dan sulit diangkut. Potensi pencemaran briket batu bara juga lebih tinggi sehingga membahayakan kesehatan penduduk.

"Akhirnya ide penggunaan briket batu bara didrop, karena tidak memenuhi syarat untuk rumah tangga," cetusnya.

Pemerintah kemudian beralih ke alternatif penggunaan elpiji. Setelah dikaji, penggunaan elpiji sanggup mendukung skema pemerintah untuk menurunkan subsidi BBM, tidak membebani rakyat dan ramah lingkungan.

Wapres menyatakan jika dibandingkan minyak tanah, penggunaan elpiji memiliki sejumlah keunggulan. Minyak tanah meski terkesan murah karena satu liternya Rp2.500 tetapi secara keseluruhan boros. Pemerintah juga harus memberikan subsidi Rp4.000 per liter karena harga sebenarnya Rp6.500.

"Sedangkan elpiji terkesan mahal tetapi sebenarnya hemat. Dengan beralih ke elpiji, pengeluaran keluarga sederhana berkurang Rp25 ribu per bulan. Ongkos kesehatan karena tercemar asap minyak tanah juga akan berkurang," jelasnya.

Lebih lanjut Wapres menyatakan pemerintah juga akan menghemat subsidi BBM sampai Rp60 triliun dari program pembangkit listrik non bbm berkapasitas 10 ribu MWatt.

"Dengan penghematan subsdidi seperti itu, tahun 2010, kita akan memiliki kemampuan anggaran yang lebih baik," tegasnya.

Sementara itu Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyatakan dalam program konversi minyak tanah ke elpiji, pemerintah menunjuk Pertamina dan Menteri Koperasi dan UKM. Pertamina ditunjuk untuk pegadaan tabung elpiji 3 kg dan gas elpiji. Sedangkan pengadaan kompor diserahkan kepada Menteri Koperasi dan UKM.

Purnomo menyatakan konversi minyak tanah ke elpiji sudah di ujicoba Agustus-Desember 2006 yang melibatkan 25.500 kepala keluarga di Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat dan Karawaci, Tangerang. Dalam uji coba ini Pertamina memberikan gratis 1 set kompor, slang, regulator dan 1 tabung elpiji 3 kg.

"Responnya sangat baik, karena 99% responden menyatakan tetap akan menggunakan elpiji 3 kg," jelas Purnomo. (miol/broto)

 
 
   
Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
Jl. Medan Merdeka Barat No. 3 Jakarta Pusat
345 9444