Kementerian Koordinator Bidang Kesra
 
Headline News

Menko Kesra: 2014 Warga Miskin Tinggal 16 Juta
KESRA-- 12 MARET: Jumlah warga miskin di Indonesia pada empat tahun lagi atau 2014 mendatang akan menurun dan tinggal 16 juta atau 8 persen dari sebelumnya 32 juta atau 14,2 persen jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010.

Dekan FISIP UIN: Ormas Keagamaan Alami Kemunduran
KESRA-- 12 MARET: Kiprah beberapa organisasi massa keagamaan dinilai mengalami kemunduran sejak era reformasi. Penyebab kemunduran tersebut adalah mulai berpartisipasinya organisasi keagamaan tersebut ke ranah politik.

MUI Dukung Fatwa Haramkan Rokok
KESRA-- 12 MARET: Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan dukungannya atas fatwa Majlis Tarjih Pengurus Pusat Muhammadiyah yang mengharamkan rokok. Fatwa tersebut dinilai memiliki argumentasi dan dalil kuat sehingga perlu didukung.

Anggaran Penanggulangan Kemiskinan bakal Naik 10-15%
KESRA-- 11 MARET: Pemerintah menjanjikan kenaikan anggaran sekitar 10% sampai 15%per tahun untuk program pemberantasan kemiskinan yang bersifat khusus (targetted). Namun sebelumnya, pemerintah akan menyeragamkan data penduduk miskin di Indonesia.

MenPAN-RB: Kena Sanksi, Pegawai tak Layani Publik
KESRA-- 11 MARET: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan tengah menyusun grand design reformasi birokrasi. Salah satu aturan yang ingin ditetapkan adalah sanksi bagi aparatur pemerintah yang tidak mau melayani publik.

Keterbatasan Kesempatan Kerja Akibatkan TKI ke LN
KESRA-- 10 MARET: Keterbatasan kesempatan kerja di tanah air mengakibatkan tenaga kerja Indonesia (TKI) terpaksa mencari kerja keluar negeri (LN), kata Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono.

Presiden: Meski Ada 'Tahun Politik' Pejabat agar Utamakan Tugas Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini
KESRA--5 MARET: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua pejabat negara dan pemimpin daerah agar tetap mengutamakan tugas di pemerintahan dalam membantu rakyat, meski tahun 2008 telah memasuki "tahun politik", yaitu pilkada, pilpres dan pemilihan anggota legislatif .

"Meski tahun ini tahun politik, jangan lalaikan tugas pemerintahan, tugas membantu rakyat dan tugas untuk semua," kata Presiden Yudhoyono saat meninjau pelaksanaan PNPM Mandiri di Lapangan Kertamaya, Bogor Selatan, Rabu.

Dikatakannya, pada 2008 situasi politik semakin panas, namun masyarakat tidak perlu khawatir sepanjang para elit politik dapat menahan diri.

"Politik bisa panas, tetapi jangan merusak keamanan, stabilitas, ketentraman dan kehidupan masyarakat," kata Presiden.

Terhadap para politisi yang menjadi pejabat negara dan pemimpin daerah, Kepala Negara berpesan agar mereka tetap mengutamakan tugas-tugasnya karena mereka dipilih oleh rakyat.

"Para pejabat pemerintahan yang anggota parpol tertentu boleh ikut menyukseskan pemilu, namun secara proporsional dan lebih mengutamakan tugas dalam pemerintahan karena presiden, gubernur, bupati dan walikota dipilih oleh rakyat," katanya.

Kepada para menteri, Presiden Yudhoyono menekankan hal yang sama, karena mereka diangkat dan disumpah untuk bekerja sepenuhnya dalam tugas pemerintahan.

Presiden dalam kesempatan itu menyebutkan semua menteri yang hadir, sebagai menteri rakyat, meski berasal dari parpol tertentu.

"Pak Hatta (Mensesneg) dan Pak Bambang (Sudibyo, Mendiknas), meski anggota PAN, namun menterinya rakyat. Begitu juga Pak Aburizal Bakrie, Pak Djoko Kirmanto, Menpera Yusuf Asy`ari dan Pak(Freddy, red) Numberi semua adalah menterinya rakyat," kata Presiden. (an/pd)
 
 
Cari Berita
Sukseskan PPKI, SAIL BANDA DAN POSPENAS 2010
WEB DATA DAN INFORMASI BIDANG KESRA
goto forum kesra
situs pnpm mandiri

Keputusan Libur 2010
Download Surat Keputusan Bersama Menteri tentang LIBUR NASIONAL dan CUTI BERSAMA TAHUN 2010
SJSN - Sistem Jaminan Sosial Nasional
Sistim Informasi Spasial Nasional
   
Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
Jl. Medan Merdeka Barat No. 3 Jakarta Pusat
345 9444