|
KESRA-- 27 OKTOBER: Pemusnahan 12 truk berisi produk bermelamin asal China dibatalkan. Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari mengatakan pemusnahan itu belum mendapatkan izin. Sambutan, "Huuuu ..." pun menggema.
"Bukan nggak jadi, tapi ini pasti dimusnahkan. Namun tidak diizinkan untuk dipublikasikan," ujar ujar Menkes ketika ditanya siapa yang tidak mengizinkan pemusnahan 12 truk produk impor bermelamin.
Menkes menyampaikan hal itu dalam acara jumpa pers 'Pemusnahan produk impor asal China yang mengandung melamin' di Kantor Pusat Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Senin (27/10/2008).
Menkes pun enggan menyebutkan alasan mengapa pemusnahan 12 truk produk bermelamin ini batal. "Karena untuk hal yang tidak bisa dijelaskan," ujar Menkes dengan nada gugup.
Siapa yang tidak mengizinkan pemusnahan ini? "Dari atasan saya," jawab Menkes.
Ketika ditanya apakah Presiden SBY atau Wakil Presiden JK atasan Menkes yang dimaksud, Menkes enggan mengatakannya. "Pokoknya atasan saya. Tapi saya jamin ini akan dimusnahkan. Saya jaminannya," timpal Menkes.
Apakah pembatalan ini 'oleh-oleh' dari Beijing, China? "Nggak. Nggak," jawab Menkes.
Menkes pun menjelaskan bahwa produk yang akan dimusnahkan sama dengan yang disebutkan BPOM dan Depkes dalam jumpa pers pada akhir September 2008 lalu. Rencananya ke-12 truk ini akan dibawa ke Dadap, Jakarta Barat untuk dimusnahkan. Mengenai waktu dan tempat persisnya, baik Menkes dan Kepala BPOM Husniah Rubianan Thamrin Akib tidak menjawab saat ditanya wartawan. "Huuuuuuu ..." BPOM dan Depkes batal memusnahkan 12 truk makanan yang mengandung susu dari China. Padahal semua produk tersebut sudah diletakkan di halaman BPOM, demikian juga peralatan untuk memusnahkannya.
Rencananya pemusnahan akan dilakukan oleh Menkes Siti Fadilah Supari di halaman Kantor BPOM, Jl Percetakan Negara, Jakarta Pusat, pukul 10.00 WIB, Senin (27/10/2008). Namun Menkes pun baru hadir pukul 11.30 WIB.
Ternyata setelah menunggu dua setengah jam, hadirin dan wartawan yang sudah stand by sejak pukul 09.00 WIB harus menelan kekecewaan. Menkes Siti Fadilah Supari dan Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib mengumumkan pemusnahan batal dilakukan.
"Mohon maaf karena pertimbangan tertentu, pemusnahan tidak jadi dilaksanakan," ujar Menkes dalam sambutannya.
Mendengar keterangan Menkes para wartawan dan hadirin pun menyoraki Menkes sebagai tanda kekecewaannya, "Huuuu ........" (dc/hr) |