Tentang Kementerian Koordinator Bidang Kesra
Awal pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) dimulai pada Era Demokrasi Terpimpin. Ketika itu Muljadi Djojomartono diangkat sebagai Menteri Bidang Kesejahteraan Rakyat pada Kabinet Kerja III dengan masa bakti 6 Maret 1962 – 13 Desember 1963. Kementerian ini mengoordinasikan
Departemen Agama, Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan Dasar dan Kebudayaan, serta Departemen Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan.
Pada masa itu, kabinet ini dipimpin oleh Perdana Menteri Soekarno, dengan Menteri Pertama Djuanda dan Wakil Menteri Pertama I: J. Leimena dan Wakil Menteri Pertama II: Subandrio. Jabatan Menteri Koordinator Bidang Kesra dilanjutkan pada Kabinet Kerja IV (13 November 1963 – 27 Agustus 1964). Setelah itu secara berturut-turut
adalah Kabinet Dwikora I (27 Agustus 1964 - 22 Februari 1966), Kabinet Dwikora II (24 Februari 1966 – 28 Maret 1966), dan Kabinet Dwikora III (28 Maret 1966 – 25 Juli 1966). Kelima kabinet ini dipimpin oleh Ir. Soekarno.
Pada Kabinet Ampera I (25 Juli 1966 - 17 Oktober 1967), Ir. Soekarno sebagai Perdana Menteri mengangkat Dr. K.H. Idham Khalid sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. Jabatan ini tetap dipercayakan dan berlanjut pada Kabinet Ampera II yang dipimpin oleh Jenderal Soeharto (Era Demokrasi Terpimpin). Selanjutnya, jabatan sebagai Menko Kesra berlanjut pada Kabinet Pembangunan I atau Era Orde Baru (6 Juni 1968 - 28 Maret 1973) di bawah pimpinan Jenderal Soeharto.
Selama kepemimpinan Soeharto di Era Demokrasi Terpimpin(1967-1968) dan Orde Baru (1968-1988), jabatan Menko Kesra dipercayakan oleh 8 orang menteri secara bergantian. Mereka adalah K.H. Idham Khalid dan dilanjutkan oleh Jenderal (Purn) Surono pada Kabinet Pembangunan III (29 Maret 1978 – 19 Maret
1983). Berikutnya, H. Alamsyah Ratu Prawiranegara pada Kabinet Pembangunan IV (29 Maret 1983 – 19 Maret 1988), H. Soepardjo Rustam pada Kabinet Pembangunan V (29 Maret 1988 – 17 Maret 1993), Ir. Azwar Anas pada Kabinet Pembangunan VI (17 Maret 1993 – 14 Maret 1998), dan Prof. Dr. H. Haryono Suyono pada Kabinet Pembangunan VII (14 Maret 1998 – 21 Mei 1998)
Di Era Pasca Orde Baru Prof. Dr. H. Haryono Suyono tetap dipercaya menjabat sebagai Menko Kesra pada Kabinet Reformasi Pembangunan (21 Mei 1998 – 26 Oktober 1999) di bawah pimpinan Presiden B.J. Habibie.
Selanjutnya pada Kabinet Persatuan Nasional (26 Oktober 1999 – 9 Agustus 2001) yang berada di bawah pimpinan Presiden Abdurrahman Wahid, jabatan Menko Kesra dijabat oleh Hamzah Haz (1 – 30 November 1999). Namun beliau hanya sebulan menjabat sebagai Menko Kesra. Penggantinya adalah Prof. Dr. Basri Hasanuddin sebagai Menko Kesra (30 November 1999 – 23 Agustus 2000). Sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 234/M/Tahun 2000 tentang Pembentukan Kabinet Persatuan Indonesia Periode 1999-2004, Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat tidak dimasukkan lagi sebagai salah satu
Kementerian dalam Kabinet Persatuan Indonesia. Baru pada Kabinet Gotong Royong (23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004), yang dipimpin oleh Presiden Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden Hamzah Haz, Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat ada kembali dan dinahkodai oleh Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (9 Agustus 2001- 22 April 2004).
Sebagai salah satu Calon Presiden pada pemilihan Presiden RI periode 2004-2009, H.M. Jusuf Kalla mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menko Kesra. Sebagai pengganti nya, ditetapkan Prof. Drs.
A. Malik Fadjar, MSc, (April 2004 – Oktober 2004). Beliau juga pernah menjadi Menteri Pendidikan di
bawah kepemimpinan Presiden Megawati . Seperti diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden H.M. Jusuf Kalla menjadi pemenang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden periode 2004-2009. Mereka lalu mengangkat Dr. Alwi Shihab sebagai Menko Kesra (21 Oktober 2004 – 5 Desember 2005). Sejak 5 Desember dilakukan reshufle Kabinet, dan sampai 2009 jabatan Menko Kesra diemban oleh Ir. Aburizal Bakrie.
KIB II, Jabatan Menko Kesra diemban oleh dr. H.R. Agung Laksono